<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>FilmKorea on Review Film &amp; Serial</title><link>https://tinjauanfilm.com/tags/filmkorea/</link><description>Recent content in FilmKorea on Review Film &amp; Serial</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2026 10:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://tinjauanfilm.com/tags/filmkorea/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menguak Misteri 'Parasite': Analisis Mendalam Film Korea Pemenang Oscar</title><link>https://tinjauanfilm.com/posts/parasite-review/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://tinjauanfilm.com/posts/parasite-review/</guid><description>&lt;p&gt;Ketika &amp;ldquo;Parasite&amp;rdquo; (Gisaengchung) membawa pulang piala Best Picture di ajang Academy Awards ke-92, dunia perfilman seolah tersentak. Untuk pertama kalinya, sebuah film berbahasa non-Inggris memenangkan kategori tertinggi tersebut. Namun, kesuksesan film besutan Bong Joon-ho ini bukanlah sebuah kebetulan atau sekadar keberuntungan. Melalui narasi yang tajam, visual yang memukau, dan kritik sosial yang pedas, &amp;ldquo;Parasite&amp;rdquo; berhasil membedah realitas pahit mengenai ketimpangan kelas yang terjadi tidak hanya di Korea Selatan, tetapi juga di seluruh dunia.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>